• AA Water Jogging Belt ---Klik Gambar---

    Alat untuk Terapi dan ber-jogging di dalam air yang nyaman dan berkualitas.

  • Manfaat WJB ---Klik Gambar---

    Berbagai macam kegunaan Water Jogging Belt untuk Anda.

  • Great Tool Water Jogging Belt ---Klik Gambar---

    Nyaman, dengan daya apung tinggi, berbagai macam manfaat.

  • Tetap Berlari Meski Cedera ---Klik Gambar---

    Alat yang membuat anda tetap dapat berlari dan menjaga kebugaran meski sedang cedera.

  • Pertama di Indonesia ---Klik Gambar---

    Alat jogging di dalam Air, untuk Terapi maupun LifeStyle, Akuarobik maupun Fun di dalam air.

  • Ayo Ber-Joging di Dalam Air ---Klik Gambar---

    Manfaatkan Keajaiban yang diberikan oleh Air,untuk Kesehatan,Kebugaran,Terapi dan Rehabilitasi .

  • Merk Terpercaya ---Klik Gambar---

    Yang pertama di Indonesia.

AA Water Jogging Belt


AA Water Jogging Belt* adalah alat yang anda butuhkan untuk berlatih di dalam air, memelihara atau meningkatkan kebugaran fisik Anda, serta untuk Hidroterapi (terapi dan rehabilitasi di dalam air) untuk berbagai kondisi antara lain:

  • Pasca Stroke
  • Radang Sendi atau Artritis
  • Saraf Kejepit
  • Obesitas
  • Pasca Operasi
  • Ibu hamil dan pasca melahirkan
  • Atlet cedera
  • Sakit lumbar / bagian bawah punggung
  • Masalah ortopedik
  • Belajar Berenang...... dengan Sangat Cepat!
  • dll


Gunakan alat ini untuk berlatih  Low Impact yang nyaman di dalam air. Bagus untuk yang dapat berenang maupun Tidak Bisa berenang serta penggemar olahraga air. Bukan perenang sebaiknya berlatih dulu di air dangkal, namun hanya dalam 5 menit anda sudah akan dapat menggunakannya di air yang Dalam

AA Water Jogging Belt menjaga tubuh secara vertikal di dalam air dengan permukaan setinggi bahu (kepala diatas air) agar Anda dapat melakukan workout Low-Impact atau hidroterapi secara efektif.

Rambut Anda tetap kering, dan Anda dapat bernapas secara normal seperti di darat.

Sabuk Hebat dengan manfaat Hebat, AA Water Jogging Belt sangat ekonomis dibanding dengan produk impor, dengan mutu yang tak kalah tinggi:
  • Menggunakan Resilient Closed Cell Polyethylene Ethylene Vynil Acetate Foam yang Tidak Menyerap Air, Cepat Kering, dan Tahan Terhadap Kerusakan akibat Chlorine. 
  • Desain bentuk yang Ergonomis untuk Mendukung dan Memperkuat bagian belakang pinggang, lembut di badan, dengan Flexible Foam yang nyaman melekat di pinggang serta memberikan Kebebasan Bergerak.
  • Mudah Dioperasikan karena Menggunakan Sabuk Webbing Nylon khusus Non-Elastic 2" (5,1cm) yang Adjustable dilengkapi dengan Thermoplastic Squeeze Style" Quick-Release Buckle untuk menjamin Hassle-Free Fit (gak rempong, deh!). 
  • Sabuk Webbing khusus tersebut dapat digunakan untuk ukuran pinggang sampai dengan 170 cm. 
  • Lembut, Tahan Lama, dan Nyaman, AA Water Jogging Belt menyehatkan otot perut tanpa sekalipun melakukakan Sit-Up. Dengan penggunaan terus menerus otot perut akan membentuk Postur yang Benar.
  • Untuk mengakomodasi bentuk tubuh yang berbeda-beda, AA Water Jogging Belt dapat digunakan secara terbalik atau dengan bagian busa di depan badan.
  • AA Water Jogging Belt didesain untuk  Unisex (pria dan wanita), yang telah disesuaikan dengan ukuran orang Asia. Terdapat 3 ukuran: Small, Medium dan Large. Lihat ukuran disini: Produk & Harga.
Kualitas AA Water Jogging Belt lihat disini.



*AA Water Jogging Belt = Aquatic Aerobic Water Jogging Belt.


Alat Hidroterapi Bagi Penderita Artritis dan Sakit Punggung.

Apa itu Hidroterapi?
Hidroterapi adalah penggunaaan air dalam pengobatan untuk berbagai kondisi, termasuk artritis dan keluhan-keluhan reumatik. Hidroterapi berbeda dengan berenang karena melibatkan latihan-latihan khusus yang anda lakukan di dalam kolam.  
Umumnya pengobatan hidroterapi dilakukan di bagian fisioterapi di rumahsakit atau dilakukan sendiri di kolam renang sesuai anjuran dokter atau terapist. Biasanya fisoterapis atau asistennya dengan latihan khusus akan menunjukkan bagaimana melakukan latihan. Fokus latihan dapat disesuaikan sesuai lingkup gerakan atau kekuatan pasien, tergantung pada simptom atau gejala yang anda miliki.  
Hidroterapi cenderung berbeda dengan aquarobics, yang lebih berat, sementara hidroterapi umumnya lebih fokus pada gerakan-gerakan yang lambat, terkontrol, dan relaksasi.

Seberapa Efektifkah Hidroterapi?
Studi ilmiah menunjukkan bahwa hidroterapi dapat memperbaiki kekuatan dan kebugaran bagi orang-orang yang menderita berbagai macam artritis. latihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang. Anda  dapat memulainya dengan pelan-pelan dan bertahap meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot anda. 
Daya dorong air akan membuat anda dapat melakukan lebih banyak latihan dibandingkan di darat. Latihan dan air yang hangat akan membuat anda merasa lelah setelah latihan, tapi itu normal. Secara umum hidroterapi adalah salah satu pengobatan yang paling aman untuk artritis dan sakit punggung.  

Tipe Artritis Apakah yang memerlukan Hidroterapi?
Hidroterapi sangat bermanfaat tak peduli seberapa banyak persendian anda yang sakit. Hidroterapi seringkali digunakan sehabis operasi persendiaan atau jika menderita sakit punggung (back pain), ankylosing spondylitis, psoriatic arthritis dan osteoarthritis, juga dapat digunakan untuk tipe artritis yang lain kalau anda mau mencobanya.

Bagaimana Hidroterapi Membantu Penyembuhan?
  • Air akan menopang berat tubuh anda sehingga akan menghilangkan rasa sakit dan meningkatkan ruang gerak persendian anda.
  • Air dapat digunakan untuk menyediakan tahanan untuk menggerakkan persendian anda. Dengan mendorong tangan dan kaki anda melawan air, anda juga dapat meningkatkan kekuatan otot anda.
  • Air yang hangat (jika ada kolam air panas) membuat otot anda menjadi rileks dan mengurangi rasa sakit pada persendiaan, sehingga membantu anda melakukan latihan.


Alat Bantu Yang Diperlukan?

Alat bantu yang sangat efektif untuk melakukan latihan-latihan hidroterapi adalah Water Jogging Belt. Dengan daya apung yang tinggi alat ini akan meningkatkan kebebasan dan ruang gerak anda dalam melakukan gerakan-gerakan yang dianjurkan, karena dapat digunakan di air yang dalam. Gerakan- di air yang dalam tentu lebih banyak dapat dilakukan dibandingkan di air yang dangkal karena bebas impak dengan lantai kolam. 


Bagaimana Jika Saya Tidak Bisa Berenang?

Anda tidak harus dapat berenang untuk melakukan hidroterapi. Anda bisa lakukan di bagian kolam yang dangkal. 
Dengan menggunakan Water Jogging Belt anda bahkan bisa melakukannya di kolam yang dalam dengan terlebih dahulu latihan sekitar 5 - 10 menit saja untuk familiarisasi menggunakannya.
Catatan: Pastikan pengunci belt terpasang dengan sempurna dan cukup ketat agar tidak terlepas saat menggunakannya di air dalam bagi yg tidak bisa berenang!!



Alat Bantu Terapi di Dalam Air

Seringkali dijumpai orang disuruh oleh dokter yang merawatnya untuk melakukakan terapi di kolam renang agar mempercepat penyembuhan atas penyakit yang dideritanya, entah itu karena saraf kejepit, pasca stroke, sakit punggung, arthritis, ibu hamil, obesitas dan sebagainya. Apakah anda termasuk diantaranya?

Persoalan seringkali timbul karena tidak ada alat bantu yang memadai untuk bisa melakukan gerakan-gerakan sebagaimana dianjurkan oleh terapis. Saya sering melihat orang yang sedang terapi didalam air cuma berjongkok di bagian dangkal dari kolam renang dengan gerakan-gerakan yang sangat terbatas. Bukannya bisa merenggangkan kaki untuk bebas begerak malah tertekuk kaki karena air yang dangkal. Ada juga yang menempel di dinding kolam sambil mencoba menggerak-gerakkan kaki. Tentu ini tidak efektif dalam menjalankan terapi.

Water Jogging Belt
Ada pula yang menggunakan spon berbentuk silinder panjang, biasa disebut noodle, tapi gerakannya juga terbatas dan tidak aman digunakan di air dalam bagi penderita dengan anggota tubuh yang sakit atau tidak dapat berenang.

Nah, kini anda tidak perlu kuatir lagi karena telah dibuat di Indonesia alat bantu terapi di dalam air yang disebut "Water Jogging Belt" (WJB)". Dengan alat WJB ini anda akan dapat melakukan semua gerakan-gerakan yang dianjurkan dokter/terapis secara mudah dan aman, bahkan untuk orang yang tidak bisa berenang sekalipun.

WJB berbentuk seperti sabuk yang dilingkarkan di punggung
hingga perut (pusar) dan dapat dikencangkan sesuai ukuran lingkar perut anda, karena menggunakan buckle (kunci sodok) dengan pengaman ganda. Cara memakainya mudah, dan setelah terpasang kuat anda langsung bisa melakukan gerakan-gerakan yang dianjurkan.

Untuk penjelasan lengkapnya silahkan klik disini: Water Jogging Belt
Untuk melihat video-video pemakaiannya silahkan lihat disini: Galeri Video

Hebatnya Water Jogging Belt

Berikut adalah spesifikasi teknis yang menunjukkan Water Jogging Belt adalah produk berkualitas tinggi:
Spesifikasi Water Jogging Belt (box belakang).
Box Water Jogging Belt (depan).

  • Dibuat dari bahan terbaik dengan komposisi dan tingkat kekerasan (hardness) yg rendah.
  • Lembut dan Nyaman di kulit
  • Anti Air shg tetap kering meski terendam lama.
  • Daya Apung yang tinggi.
  • Enak dan ringan saat dipakai.
  • Mudah dikenakan/dipakai.
  • Tahan lama/tahan terhadap klorin.
  • Bentuknya Ergonomis.
  • Ringan, mudah dibawa.
  • Menopang tulang belakang dengan baik.
  • Dapat disesuaikan dengan ukuran  tubuh (lingkar perut).
  • Memakai sabuk Nylon yg tidak lentur (ikatan tidak berubah jadi kendor).
  • Pengunci Buckle Ganda agar anti selip. 
  • Sesuai dengan tubuh orang Asia, ada ukuran Small, Medium, dan Large.
  • Dilengkapi dengan petunjuk pemakaian.

Terapi Latihan Di Air Bagi Penderita Stroke

Penderita stroke yg sudah hampir pulih karena
terapi di air menggunakan Water Jogging Belt
Penderita stroke, menurut Dr. Peni, akan lebih mudah berlatih berjalan di dalam air daripada di darat karena pengaruh gaya apung air membuat tubuh lebih ringan. Jika berjalan di darat, tubuh manusia lebih berat karena mengalami gaya tarik bumi atau gravitasi. Itu sebabnya penderita stroke yang mengalami kelumpuhan cenderung sulit berjalan jika di darat. Selain itu, ketika masuk dalam kolam air sebatas pusar, berat tubuh tinggal 50 persennya. Apabila kita berendam dalam kolam air setinggi dada, berat tubuh akan berkurang sckitar 70 persen. Karena itu, latihan yang sulit dilakukan di darat dapat dilakukan di dalam air

Selama melakukan terapi latihan di air, bila tidak menggunakan alat bantu, seorang penderita stroke idealnya dibantu oleh empat orang pelatih, tiga orang berada di dalam kolam renang, sedangkan satu orang berada di luar kolam untuk memantau setiap keadaan yang dialami penderita stroke. Peiatih yang di luar kolam bertugas mengawasi keadaan yang ada di dalam kolam. Hal ini dilakukan apabila terjadi sesuatu, misalnya keadaan darurat, bisa segera diambil tindakan yang cepat.

Namun apabila menggunakan alat bantu seperti Water Jogging Belt, cukup dibantu oleh paling banyak dua orang saja, karena alat ini sudah akan membuat pemakainya selalu bisa mengapung dengan tubuh tegak dan kepala senantiasa diatas air. Para pembantu latihan cukup menjaga dan membantu memegang dengan tenaga yg sangat minimal.

Dengan menggunakan sabuk pelampung seperti Water Jogging Belt itu latihan bahkan bisa dilakukan di air dalam dengan kaki tidak menyentuh dasar kolam sehingga lebih banyak membebaskan si penderita dari menanggung beban tubuh, karena telah disangga oleh pelampung yang secara ergonomis menopang bagian bawah punggung dengan nyaman dan membuat tubuh dalam posisi tegak serta kepala  berada diatas air.

Menurut Suharto sebagai dokter spesialis olahraga, renang merupakan salah satu terapi air {hydrotherapy), bagian dari proses penyembuhan saraf yang terganggu atau bahkan rusak, seperti penderita stroke. Proses penyembuhan dalam air merangsang saraf sensorik, lalu merangsang sel-sel otak. Di dalam air, tekanan tubuh menjadi lebih ringan, sehingga bisa menguatkan ketahanan otot. Anggota tubuh di dalam air akan lebih mudah digerakkan dan dilatih kelenturannya untuk menguatkan otot-otot dan sendi-sendi tubuh karena hilangnya gravitasi tubuh. Seorang penderita stroke ketika di air, yang sebelumnya tidak bisa berdiri, maka akan lebih mudah berdiri dan berlatih gerak yang lain. Terapi latihan bisa dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan pasien. Melatih tangan dulu sebagian, baru kemudian seluruhnya, begitu juga dengan kaki.

Penanganan satu kasus stroke dengan kasus lainnya beda. Untuk itu, terlebih dahulu pasien harus berkonsultasi dengan dokter rehabilitasi medik, baru kemudian program-program latihan diberikan.
Program terapi latihan tersebut biasanya adalah sebagai berikut:
·         Terapi latihan dilakukan dengan jangka wakm 6-8 minggu,
·         Durasi 2 kali seminggu,
·         Sekali terapi waktunya 1 jam.

Pada penderita stroke, waktu pemulihan tergantung berat-ringan dan jenis strokenya, apakah akibat perdarahan atau penjoimbatan. Gerakan yang dilakukan pada penderita stroke adalah secara rileks, sesuai kemampuan, dan bertahap. Selain jenis penyakitnya, pemulihan stroke juga bergantung dari motivasi pasien scndiri. Dalam setiap satu sesi terapi, instruktur selalu mengajak penderita stroke melakukan evaluasi program. Begitu seterusnya sampai program yang ditentukan berakhir. Kunci keberhasilan penyembuhan ada pada semangat dan kedisiplinan pasien, terutama dalam hal berlatih.

Menurut Neil F. G, dalam beberapa jam sampai beberapa bulan setelah stroke, banyak penderita stroke secara bertahap mengalami perbaikan sebagian atau menyeluruh mulai dari kelainan syaraf, misalnya kelumpuhan, hilang rasa, hingga kekacauan mental.


Tujuan terapi latihan di air adalah membantu mempercepat pemulihan. Badan adalah bagian yang paling peka di dalam menerima pengaruh terapi latihan setelah 6 bulan pertama terjadi stroke, sehingga apabila ada usaha yang sungguh-sungguh untuk memperbaiki syaraf yang kurang berfungsi, maka cacat akan dapat dihindarkan.

Tips Hindari Cedera dan Tetap Fit Menjelang PON XIX

Sungguh menyesakkan kalau terpaksa tidak ikut bertanding karena menderita cedera. Apalagi kalau punya kans untuk menang dan merebut medali. Yang menyesal bukan hanya si atlet saja, tetapi juga official, pelatih, dan daerah yang diwakilinya. Penyelasan memang tinggal penyesalan, mau bilang apa?

Bisakah hal itu (cedera sebelum bertanding) di hindari tetapi tubuh tetap fit dan siap bertanding?
Jawabannya : SANGAT BISA!!

Para atlet dunia banyak yang melakukannya dengan latihan tanpa impak (no impact exercises) yaitu dengan JOGGING DI DALAM AIR! Dengan menggunakan sabuk khusus Jogging di dalam air seperti Water Jogging Belt mereka melakukan latihan kebugaran dan jogging di dalam air dengan intensitas tinggi tanpa perlu was-was terkena cedera. 


Mary Decker-Slaney, pelari Olimpiade, melakukan  lari di dalam air secara ekstensif  sebelum memecahkan rekor dunia lari 2000 meter. Dia berada di kolam renang sebulan penuh dan hanya menyelesaikan satu latihan darat sebelum menciptakan prestasi hebat itu.

Bahkan pelari seperti Carl Lewis pelari 100 dan 200 m yang mengoleksi 9 medali emas olimpiade juga menggunakan joging air dalam pola pelatihan nya.

Jadi, mumpung PON XIX belum mulai, masih ada waktu bagi atlet tidak untuk tidak mengalami cedera namun tetap fit, siap bertanding, dengan berlatih menggunakan sabuk jogging air seperti Water Jogging Belt.

Kini anda tidak perlu impor lagi karena Water Jogging Belt telah tersedia di Indonesia. Silahkan cek disini, Pertama di Indonesia.

Untuk para pelatih dan official tim, jangan biarkan atlet anda cedera sebelum bertanding. Gunakan Water Jogging Belt utk menjaga kesiapan mereka tanpa resiko cedera. Ingat menyesal kemudian tak ada gunanya!

Latihan Terapi Air Memakai Water Jogging Belt


Program latihan terapi air terdiri dari berbagai perawatan dan latihan yang dilakukan di kolam renang dan dapat dirancang khusus untuk  nyeri punggung bawah (Low Back Pain/LBP) atau nyeri leher. Latihan-latihan terapi dalam air ini juga berfungsi untuk menjaga dan memperkuat otot-otot untuk membantu menghindari terulangnya kembali sakit.

Latihan terapi air ini sangat membantu dalam kasus di mana program latihan darat tidak mungkin karena rasa nyeri, penurunan kepadatan tulang, cacat atau faktor lainnya. Dengan demikian, terapi air adalah latihan serbaguna dan sangat baik bagi orang-orang dengan kondisi seperti:
  • Osteoarthritis
  • Osteoporosis lanjut (dengan kerentanan terhadap dan / atau nyeri dari fraktur)
  • Ketegangan otot atau otot robek

Selain kondisi tersebut, terapi air sering direkomendasikan sebagai salah satu bentuk terapi latihan untuk mengobati orang-orang dengan diabetes serta individu dengan tekanan darah tinggi. Kedua kondisi tersebut dapat dirubah dan menjadi lebih mudah dikelola dengan latihan di dalam air.

Semua kondisi ini dapat membuat tidak nyaman atau menyakitkan untuk latihan pada permukaan yang keras atau bahkan empuk, atau sambil berdiri. Air menyediakan lingkungan yang jauh lebih lembut menyentuh tubuh.

Terapi air menawarkan banyak manfaat, termasuk pengembangan rencana perawatan yang secara hati-hati disesuaikan dengan individu yang bersangkutan. Terapi air juga dapat disebut sebagai terapi kolam renang, hidroterapi, atau terapi akuatik.

Teknik Latihan Terapi di Air Memakai Water Jogging Belt

Teknik yang digunakan dalam latihan terapi di dalam air meliputi terapi spa, latihan berdiri dan mengapung di dalam air, berenang, atau menggunakan alat flotasi seperti Water Jogging Belt.
Beberapa teknik dasar latihan terapi di kolam dengan memakai Water Jogging Belt (yang dapat dimodifikasi sesuai derajat kessulitan individu yang bersangkutan) adalah sebagai berikut :

  • Latihan berjalan di dalam air. Berjalan ke depan dan ke belakang di air dalam atau setinggi leher dengan memakai Water Jogging Belt akan membuat otot-otot kaki bekerja tanpa impak pada lutut atau pinggang, dimana sangat penting bagi penderita pada sendi-sendi tersebut.
  • Latihan Quadrupe. Latihan ini latihan tangan dan kaki dengan cara mengambang telentang menggunakan Water Jogging Belt (kadang perlu dibantu terapis menahan badan yang bersangkutan), membuat gerakan mendayung dengan tangan dan kaki.



    Tentang Water Jogging Belt

    Page Count

    About Me

    Hillon I. Goa, Konsultan & Trainer: Transformasi Bisnis/Organisasi Publik, Manajemen Perubahan dan Leadership In Crisis.

    Alamat: Kec. Pinang - Tangerang
    Telp. 08129323182
    Email: hillon@consultant.com


    Hillon I. Goa